Outbound Adventure Training
Desember 28, 2014Outbound Adventure Training | Hanyalah salah satu contoh jenis training lainnya yang perlu diberikan pada para karyawan. Sesuai dengan namanya, outbound adventure training umumnya diselenggarakan di area terbuka (outdoor) di mana dalam acara pelatihan ini para peserta akan diminta untuk mengikuti kegiatan outbound di area terbuka. Pada dasarnya kegiatan outbound pada acara outbound adventure training berupa kegiatan-kegiatan luar ruangan yang bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat dari diri para pesertanya. Kegiatan-kegiatan ini berupa kegiatan petualangan yang disetting untuk menumbuhkan kualitas kinerja baik secara individu maupun kerja tim.
Tantangan Dalam Kegiatan Outbound Training
Dari kegiatan outbound adventure training ini, jelas akan terlihat siapa-siapa yang telah memiliki kinerja tim yang baik dan siapa-siapa yang memiliki kedua kualitas kinerja: kinerja tim dan kinerja individu. Di Indonesia, ada banyak sekali lokasi yang cocok untuk kegiatan outbound adventure training. Sebut saja lokasi yang paling sering dijadikan untuk kegiatan ini adalah area pegunungan yang memiliki amosfer alam yang sejuk, indah, dan yang jelas para peserta akan dihadapkan dengan tantangan-tantangan yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh panitia. Dalam membuat tantangan, para panitia harus selektif dan kreatif karena dari tantangan-tantangan ini para peserta outbound adventure training akan terungkap jiwa leadership plus style leadership, conflict resolution, manejemen stress, learning style, decision making, dan juga change management.
Para peserta Outbound Adventure Training juga akan mendapatkan pembelajaran bagaimana bekerjasama yang baik dengan rekan se-team-nya, mengenali kelemahan dan kelebihan diri masing-masing peserta, dan masih banyak lainnya. Ada juga kesempatan untuk berkonsultasi dengan sang ahli, yaitu trainer tentang apa saja yang mungkin mempengaruhi kualitas kinerja pihak yang berkonsultasi. Terkadang tanpa adanya kegiatan pelatihan seperti ini, seorang karyawan sulit untuk memanej dirinya sendiri. Pasalnya, dalam dunia kerja, rawan sekali dengan persaingan antar partner kerja, konflik, stress akibat beban kerja yang besar, dan hal-hal lainnya yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang di tempat kerja. Sebaliknya, seorang karyawan menjadi lebih bisa menghargai partner kerja/ orang lain, lebih bisa mengontrol beban kerja, mampu menekan konflik dan stress, dan yang jelas dapat lebih mudah bekerjasama dengan partner kerja.
0 komentar